
Apa sih critical path method? Kamu tentu sudah sering dengar istilah ini, kan? Kadang istilah ini terdengar teknis dan bikin mikir keras.
Kali ini kamu akan menyelami apa itu critical path method dan kenapa metode ini sering jadi andalan dalam manajemen proyek.
Kamu akan diajak lihat bagaimana teknik ini bikin perencanaan proyek jadi lebih tertata dan efisien, apalagi kalau kamu lagi kebingungan atur berbagai tugas yang saling tergantung satu sama lain.
Metode ini jadi penting karena bisa bantu kamu menyoroti rangkaian tugas paling krusial yang bakal menentukan apakah proyek selesai tepat waktu atau tertunda.
Daftar Isi
Apa Itu Critical Path Method?

Critical Path Method (CPM) adalah teknik dalam manajemen proyek yang digunakan untuk mengidentifikasi rangkaian aktivitas paling panjang dan krusial agar proyek selesai tepat waktu.
Jika satu tugas di jalur kritis ini tertunda, seluruh proyek ikut tertunda. CPM memetakan dependensi antar tugas dan durasi masing-masing aktivitas.
Teknik ini awalnya dikembangkan pada akhir 1950-an dan kemudian berkembang menjadi alat utama dalam perencanaan dan penjadwalan proyek kompleks.
Kenapa CPM Penting & Apa Tujuannya?

CPM membantu kamu memprioritaskan aktivitas terpenting dalam proyek, mengalokasikan sumber daya secara efisien, dan menghindari hambatan dengan memahami mana tugas yang bisa berjalan paralel dan mana yang tidak.
Selain itu, CPM juga bermanfaat untuk:
- Membuat perencanaan yang lebih matang dan realistis.
- Mengurangi risiko keterlambatan karena tugas terpenting sudah dipantau dengan baik.
- Membantu kamu mengontrol timeline proyek dan merespon dengan cepat jika ada perubahan atau hambatan.
3. Contoh Critical Path Method

Bagi kamu yang masih bingung dengan konsep ini, kita coba bahas dengan contoh penerapannya. Misalnya proyek pembangunan rumah kecil.
Aktivitas dan durasi:
- Persiapan lahan – 5 hari
- Pembangunan pondasi – 10 hari (setelah A)
- Pembangunan dinding – 15 hari (setelah B)
- Pembangunan atap – 7 hari (setelah C)
- Pemasangan listrik – 5 hari (setelah C)
- Finishing interior – 10 hari (setelah D & E)
- Dari penghitungan:
- Jalur 1 (A→B→C→D): 5 + 10 + 15 + 7 = 37 hari
- Jalur 2 (A→B→C→E): 5 + 10 + 15 + 5 = 35 hari
Jadi, jalur kritis adalah A→B→C→D dengan durasi 37 hari. Itu yang jadi perhatian utama supaya proyek selesai tepat waktu.
Cara Membuat Critical Path Method

- Identifikasi semua aktivitas: Susun daftar aktivitas proyek (WBS) dan ketergantungannya.
- Estimasi durasi setiap aktivitas: Berdasarkan pengalaman, data sebelumnya, atau standar industri.
- Buat diagram jaringan (network diagram): Bisa dalam bentuk activity-on-node, gantt chart, atau diagram alur. Hubungkan aktivitas dengan panah untuk visualisasi dependensi.
- Lakukan forward pass & backward pass: Tentukan ES (early start), EF (early finish), LS (late start), LF (late finish) tiap aktivitas untuk hitung slack atau float.
- Identifikasi jalur kritis: Jalur dengan durasi terpanjang dan slack paling kecil (biasanya nol) adalah jalur yang harus diprioritaskan.
- Pantau dan kontrol: Setelah proyek berjalan, terus pantau progress aktivitas di jalur kritis dan siap adjust bila ada penundaan.
Itu dia penjelasan lengkap tentang metode critical path method untuk kamu yang ingin tahu arti, tujuan, contoh, dan cara membuatnya. Dengan memahami CPM, kamu bisa lebih siap menyusun jadwal proyek yang realistis dan memprioritaskan tugas penting agar tak bikin kamu panik di tengah jalan.
Yuk praktikkan CPM di proyekmu berikutnya, baik itu tugas kuliah, pekerjaan, atau kegiatan pribadi, agar kamu bisa tenggat waktu dengan lebih tenang dan teratur. Selamat mencoba dan semoga sukses!