
Cara penulisan daftar pustaka yang tepat ini memang harus kamu tau, khususnya untuk kamu yang sedang mengerjakan tugas, makalah, skripsi, atau karya ilmiah lainnya dan bingung bagaimana cara menulisnya.
Banyak dari kita seringkali merasa kesulitan dalam menyusun daftar dengan benar. Padahal, daftar pustaka ini adalah bagian penting yang menunjukkan kredibilitas dan orisinalitas dari karya tulis kita
Daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar yang berisi semua sumber yang kamu gunakan sebagai referensi dalam penulisan. Sumber ini bisa berupa buku, jurnal, artikel, hingga media online.
Dengan mencantumkan daftar yang benar, kamu telah menghargai karya orang lain dan menghindari tuduhan plagiarisme.
Daftar Isi
4 Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Paling Sering Digunakan

Secara umum, ada beberapa gaya penulisan yang sering dipakai dalam dunia akademik. Setiap gaya memiliki format yang sedikit berbeda, tetapi tujuan utamanya tetap sama. Berikut adalah beberapa gaya penulisan daftar pustaka yang harus kamu ketahui.
1. Gaya Penulisan MLA
Modern Language Association (MLA) Style adalah format yang sering digunakan untuk penulisan karya ilmiah di bidang humaniora. Format ini dikenal simpel dan mudah diaplikasikan. Kamu cukup mencantumkan nama penulis, judul karya, dan informasi publikasi lainnya.
Cara penulisannya adalah (Nama Penulis. Judul Karya. Kota Terbit: Penerbit, Tahun Terbit.).
Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka gaya MLA:
- Dari Buku: Keraf, Gorys. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Flores: Nusa Indah, 1997.
- Dari Artikel Jurnal: Smith, John. “The Art of Writing.” Journal of Academic Writing, vol. 25, no. 1, 2021, hlm. 45–60.
2. Gaya Penulisan APA
American Psychological Association (APA) Style adalah gaya penulisan yang paling populer dan sering digunakan di bidang sains, sosial, dan pendidikan. Gaya ini berfokus pada tahun publikasi sebagai penekanan utama. Formatnya (Nama Penulis, (Tahun Terbit). Judul Buku. Tempat Terbit: Penerbit.).
Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka gaya APA:
- Dari Buku: Santoso, Edi. (2020). Teori Komunikasi. Jakarta: Penerbit Buku Baik.
- Dari Artikel Jurnal: Wibowo, B. (2022). Peran Teknologi dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Modern, 10(2), 112-125.
3. Gaya Penulisan Daftar Pustaka Chicago
Chicago Style memiliki dua varian utama, yaitu Notes and Bibliography dan Author-Date. Gaya ini sering digunakan dalam bidang sejarah, seni, dan sastra. Formatnya sedikit lebih rinci dibandingkan gaya lainnya.
Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka gaya Chicago:
- Dari Buku: Kristanto, J. D. (2018). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Erlangga.
- Dari Artikel Jurnal: Lestari, A. “Studi Kasus Pembelajaran Jarak Jauh.” Jurnal Ilmiah Pendidikan, vol. 5, no. 1, 2023, hlm. 78-90.
4. Gaya Penulisan Harvard
Gaya Harvard hampir mirip dengan APA, namun dengan beberapa perbedaan kecil. Penulisan ini juga menempatkan tahun publikasi setelah nama penulis dan banyak digunakan di bidang ekonomi, sosial, dan sains.
Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka gaya Harvard:
- Dari Buku: Suwandi, B. (2021) Manajemen Pemasaran. Jakarta: Penerbit Universitas.
- Dari Artikel Online: Putra, D. (2023) Pentingnya Literasi Digital. Tersedia di: [tautan mencurigakan telah dihapus] (Diakses: 14 Agustus 2025).
Tips Agar Daftar Pustaka Kamu Rapi dan Benar

Membuat daftar pustaka bisa menjadi pekerjaan yang membingungkan. Apalagi jika kamu harus mengumpulkan banyak referensi. Tapi tenang, ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar prosesnya lebih mudah:
- Pilih satu gaya penulisan dan konsisten menggunakannya. Jangan campur-campur antara APA, MLA, atau gaya lainnya dalam satu karya tulis.
- Kumpulkan data referensi sejak awal. Saat kamu membaca sebuah sumber, segera catat semua informasi yang diperlukan.
- Gunakan tools manajemen referensi. Aplikasi seperti Mendeley atau Zotero bisa sangat membantu.
Dengan mengikuti panduan dan tips di atas, kamu tidak perlu khawatir lagi dengan penulisan daftar pustaka. Hal ini penting untuk kredibilitas kamu sebagai penulis.
Sekarang, kamu sudah memiliki bekal yang cukup untuk menyusunnya dengan benar. Jika kamu masih memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk mencari tahu lebih dalam. Selamat menulis!